Funeral Of A friend

January 17th, 2009 by fachea

One of the hardest thing to do is going to funeral of a friend.

You are sad of losing.

You dont know what to say to the family.

You just stand there, and say nothing..

Saya jadi ingat ada yang pernah bilang :

“Bila ingin tahu bagaimana seseorang disaat dia hidup, lihatlah bagaimana orang lain terhadapnya saat dia meninggal”

And its absolutely true.

Saat saya dirumah duka RS Husada, tempat teman saya, teman kita, Robin Hutagaol disemayamkan, saya melihat kesekeliling.. Teman-teman tidak berhenti berdatangan untuk mengucapkan salam terakhir kepada Robin.. Semua orang berbicara dan mengenang tentang Robin.. Teman dekat maupun jauh punya kenangan tentang Robin.. Setiap perkataan, perlakuan dan tindakannya diingat dengan baik oleh semua orang.. Everyone has a nice thing to say bout him..

Robin was a good man, a good son, a good husband, and definitely a good friend..

Rasanya pantas bila kita semua mengangkat topi untuk Robin, our metal ambassador.

Selamat jalan, Bin.. I’m sure you’ll be remembered forever.

“The Spirit Carries On” by Dream Theater

Where did we come from?
Why are we here?
Where do we go when we die?
What lies beyond
And what lay before?
Is anything certain in life?

They say “Life is too short”
“The here and the now”
And “You’re only given one shot”
But could there be more
Have I lived before
Or could this be all that we’ve got?

If I die tomorrow
I’d be alright
Because I believe
That after we’re gone
The spirit carries on

I used to be frightened of dying
I used to think death was the end
But that was before
I’m not scared anymore
I know that my soul will transcend

I may never find all the answers
I may never understand why
I may never prove
What I know to be true
But I know that I still have to try

If I die tomorrow
I’d be alright
Because I believe
That after we’re gone
The spirit carries on

“Move on, be brave
Don’t weep at my grave
Because I’m no longer here
But please never let
Your memories of me disappear”

Safe in the light that surrounds me
Free of the fear and the pain
My questioning mind
Has help me to find
The meaning in my life again
Victoria’s real
I finally feel
At peace with the girl in my dreams
And now that I’m here
It’s perfectly clear
I found out what all of this means

If I die tomorrow
I’d be alright
Because I believe
That after we`re gone
The spirit carries on
-17 Januari 2009-

hopeless hopes

February 29th, 2008 by fachea

maybe i’m living in lies with hopeless hopes and dying dreams..
still, i need u to make’em perfect.. dont i, love?

26feb08

KRONOLOGIS TRAGEDI KONSER BESIDE DI AACC BANDUNG

February 12th, 2008 by fachea

Tolong copypaste dan disebarluaskan,agar tidak menimbulkan salah paham yang mencap
buruk jenis musik/komunitas musik tertentu.

Ditulis oleh Eben,gitaris
BurgerKill,yg menjadi saksi mata kejadian tersebut.

Bandung, 9 Februari 2008
Cerita pendek Tragedi
Berdarah konser musik Beside.

Tepat jam 19.00 wib saya tiba di gedung
AACC di jalan Braga Bandung, tempat dimana launching album perdana band metal
asal kota kembang Beside digelar. Suasana diluar gedung sangat ramai dipenuhi
teman-teman dari komunitas yang berkumpul untuk menyaksikan konser tunggal dari
band yang baru saja meluncurkan album bertitel "Against Ourselves" ini. Di depan
gerbang gedung yang berkapasitas 500 orang ini saya melihat ratusan metalhead
yang terus mengantri berusaha masuk kedalam gedung, terlihat juga beberapa orang
aparat keamanan yang sedang bersantai duduk diatas motor yang diparkir di depan
gedung. Tidak lama kemudian dari luar terdengar Beside sudah mulai menggeber
lagu pertama dari set list konser mereka malam ini, tanpa banyak menunggu saya
langsung masuk melalui pintu samping gedung yang dikhususkan untuk para undangan
dan teman-teman media.

Dari pinggir panggung saya melihat hampir 800
metalhead memadati crowd yang intens berpogo ria diiringi penampilan Beside yang
powerfull, setelah saya perhatikan nampaknya pihak panitia telah menjual jumlah
tiket yang melebihi kapasitas gedung. Sempat beberapa kali saya melihat beberapa
penonton yang mabuk dan pingsan dehidrasi dikarenakan kurangnya sirkulasi udara
segar di dalam gedung, tapi sangat disayangkan pihak panitia tidak sigap
menyediakan bantuan yang maksimal seperti PMI atau tim khusus untuk menangani
kejadian seperti ini, sehingga beberapa penonton yang pingsan hanya dibiarkan
tergeletak di lorong samping panggung tanpa pertolongan yang
benar.

Memang udara didalam gedung sangat panas dan pengap hingga
dipertengahan konser saya berjalan keluar melalui jalan samping untuk membeli
minuman dingin. Dari depan pintu samping saya melihat kerumunan penonton tanpa
tiket yang beramai-ramai berusaha merubuhkan gerbang utama gedung AACC ini,
namun sayangnya para aparat yang berada di sekitar gerbang tidak melakukan
tindakan antisipasi dan hanya berdiri merokok menyaksikan kejadian tersebut.
Sempat saya mengingatkan salah seorang aparat untuk segera bertindak tapi hanya
sebuah jawaban sederhana yang saya terima, "Udah biarin aja ada panitia yang
jaga, kamu ga usah ikut-ikutan" tuturnya. Aneh mendengarnya, seharusnya mereka
lebih sigap dan segera mengamankan kejadian tersebut. Merasa tidak digubris saya
kembali masuk kedalam gedung dan memberi tahu kondisi diluar gedung ke pihak
panitia yang berjaga didalam, akhirnya beberapa panitia berlarian keluar untuk
ikut membantu.

Setelah pemutaran video klip "Holyman" melalui big screen
di kanan kiri panggung para personil Beside terlihat membagikan beberapa gelas
bir kepada penonton yang berada di barisan depan panggung, tentunya suguhan ini
dengan gembira ditanggapi oleh para penonton yang memang kehausan setelah terus
berpogo. Tak berselang lama Beside kembali bersiap dan melanjutkan konser
mereka. Sekitar jam 20.30 konser yang berjalan lancar ini berakhir, kerumunan
penonton yang mengantri untuk keluar pun terlihat aman dan tertib. Didalam
gedung terdapat beberapa penonton yang kelelahan dan beristirahat sambil
menunggu antrian yang cukup panjang. Dan tragedi buruk ini pun dimulai, tidak
lama kemudian saya mendapat kabar bahwa diluar ada dua orang penonton yang
meninggal karena kehabisan nafas.

Tiba-tiba seorang aparat tanpa seragam
naik ke atas panggung dan langsung berteriak-teriak menyuruh semua penonton yang
ada didalam gedung untuk segera keluar. Tanpa basa-basi pun beberapa polisi
lainnya ikut masuk kedalam dan dengan kasar mengusir semua penonton yang
tersisa. Kembali saya coba mengingatkan para aparat untuk tidak bertindak kasar
dan menerangkan bahwa diluar antrian penonton masih panjang. Namun sekali lagi
omongan saya tidak digubris dan mereka terus bertindak seenaknya mendorong dan
menendang para penonton, dan akhirnya suasana antrian menjadi tidak terkendali.

Beberapa penonton dibagian belakang terus mendorong kedepan karena takut
terkena pukulan para aparat yang terus memaksa keluar, sangat jelas terlihat
bertambahnya korban yang pingsan karena terinjak-injak antrian yang terus
menumpuk. Dalam kondisi panik saya berusaha membantu seorang penonton yang
tergeletak pingsan didepan gedung dan membopongnya untuk dibawa kedalam mobil
salah satu panitia. Tiba-tiba salah seorang teman saya yang juga ikut membantu
korban dipukul wajahnya oleh seorang oknum aparat tanpa alasan yang jelas,
dengan sigap saya berusaha melerai mereka. Dan sekali lagi sikap angkuh dan sok
jagoan dari seorang oknum aparat pun dipertontonkan, dengan sikap yang kampungan
hampir 20 orang aparat langsung menyerang saya dan mengeroyok membabi buta
seperti segerombolan preman yang haus berkelahi.

Akhirnya suasana
kembali tidak terkendali dan kerusuhan pun terjadi, beberapa teman yang ikut
melawan dan melindungi saya pun ikut terkena pukulan dan tendangan dari
oknum-oknum aparat yang terus bertambah sehingga kami semua berpencaran berlari
jauh untuk menghindar. Dari kejauhan saya melihat beberapa korban yang pingsan
didepan gedung diusir dengan kasar oleh beberapa aparat, dan mereka pun langsung
memasang Police Line agar tidak ada lagi penonton yang masuk kedalam gedung. Tak
lama kemudian saya mendapat kabar bahwa beberapa teman saya dibawa ke
Polwiltabes Bandung sebagai saksi untuk dimintai keterangan perihal kejadian
tersebut, dan saya pun langsung menuju kesana untuk mencari tahu kepastian
beritanya.

Sesampai di kantor polisi saya melihat beberapa panitia yang
berkumpul sambil menunggu giliran untuk di interogasi. Saya mencoba menghampiri
dan bertanya kepada mereka tentang berita terakhir korban tragedi tersebut dan
ternyata jumlah korban yang meninggal sudah mencapai 10 orang yang tersebar di 2
Rumah Sakit. Beberapa korban yang tidak tertolong meninggal di RS Bungsu dan RS
Hasan Sadikin Bandung, dan menurut panitia yang ikut mengantar ke rumah sakit
bercerita setibanya di rumah sakit hampir sebagian besar korban tidak dilayani
dan hanya dibiarkan saja oleh pihak rumah sakit hingga akhirnya mereka meninggal
dunia. Mungkin hal ini terjadi dikarenakan pihak rumah sakit takut akan tidak
selesainya urusan admistrasi dari masing-masing korban. Sungguh kondisi yang
sangat mengecewakan dan menyesakan dada, namun apa daya semuanya sudah terlewati
dan kami sudah tidak bisa membantu lebih banyak lagi.

Dunia musik
Indonesia kembali berduka, sebuah konser musik yang menelan korban jiwa kembali
terjadi. Lalu siapa yang bisa disalahkan? Apakah buruknya persiapan antisipasi
panitia yang nakal dengan menjual tiket diluar kapasitas gedung? Apakah juga
bobroknya sikap aparat sebagai pihak yang seharusnya mengatur keamanan di lokasi
konser? Atau terlalu banyaknya teman-teman kita yang terlalu mabuk ketika
menonton konser? Lalu bagaimana dengan parahnya pelayanan di rumah sakit yang
terkesan acuh untuk menangani korban? Saya rasa semua itu bisa menjadi
penyebabnya, dan kita hanya bisa menyesalinya. Tentunya setelah tragedi ini rasa
pesimis teman-teman di komunitas akan sulitnya izin untuk bisa menyelenggarakan
konser-konser akan semakin bertambah.

Dengan adanya tulisan pendek ini
mudah-mudahan berita miring di media yang terkesan memojokan teman-teman
komunitas atas tragedi ini dapat sedikit diluruskan, dan kejadian ini dapat
dijadikan contoh kasus yang perlu diteladani dan disikapi dengan benar oleh
semua pihak yang berkaitan dengan pelaksanaan sebuah konser musik. Tulisan ini
hanya sebuah pandangan dan opini seorang musisi, teman, dan penikmat musik yang
sangat mengharapkan suasana yang kondusif  dari sebuah konser. Dari lubuk hati
yang paling dalam saya mewakili komunitas musik sejagad Indonesia turut
merasakan prihatin dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas tragedi ini.
Semoga teman-teman kami yang telah pergi dapat beristirahat dengan tenang dan
segala kebaikannya diterima disisi Allah SWT, Amien…

Live hard, die
hard… Rest In Peace Brothers, we’re gonna miss u…

Posted by
Megabenz.(Eben BKHC)

perfect lust

April 30th, 2007 by fachea

pretend that we are in love

let velvet lies warmth us on cold nights

if truth means fear then we better be lying

its time to dare our feelings

hold each other like there’s no other

coz we are perfect even only for lust.

-marian-

Jealousy_1

kemana kata

April 7th, 2007 by fachea

aku kehabisan kata – kata.

aku kehilangan bahasa.

kepala dan penaku seakan tak lagi bersahabat.

tinta ini hampir percuma.

coretan – coretan tak terpakai terbuang di lantai,

berserakan.. Lost_and_found seperti aku.

hanya saja tak akan ada yang memungutiku pagi nanti.

saat lantai ini kembali bersih, aku masih akan tetap berserakan…

Yuk Makan Yuuk : ONIYAMA JIGOKU

December 29th, 2006 by fachea

26112006007_1Buat yang suka makan mie ala jepang pasti suka deh sama restoran ini. Namanya BEPPU MENKAN (ada di PIM 1 dan EX). Salah satu menu yang patut dicoba adalah ONIYAMA JIGOKU atau Demonhill Hell. Kalo namanya aja kedengeran serem, ini karena hidangan yang satu ini pedes banget, tapi sekaligus ada sensasi lain yang bakal bikin kita bilang "anjish..edand pedesnya keren!" hehe.. ga percaya? coba aja sendiri! Jangan khawatir, yang ga kuat pedes juga bisa nyoba kok, karena kita bisa milih sendiri tingkat kepedesan yg kita mau, tingkatannya dari 1 sampe 8. Saya sendiri dengan pede-nya milih yg level 6, coz i thought : ah paling juga pedesnya gitu-gitu aja.. dan hasilnya?? sekitar 4 gelas es teh ludes sembari makan. Pokoknya dimulut pedes banget tapi nagiiiiiiihh terus ga pengen berhenti makan mie edan itu. Well, enough said, just try for yourself. —

26112006009

ONIYAMA JIGOKU demonhill hell : crispy fried chicken (dont worry, they have other choices like beef and seafood), black fungus, seaweed, bambooshoot and fried gralic in spicy kyushu soup.

saintsinner

November 30th, 2006 by fachea

Angelica2_1

what is a sin
who are the sinners
and what does saint means
why do we have to believe in good and evil
while there are no actual means
who are the goods
where are the bads
arent we all both
should we be afraid of the demons
or dont you think we should beware of the saints
cos they might be evils with white wings
how can we know
do we have to know
what if i dont want to know
can we just be both
and live with no regrets..
..at all

-01dec06-

Review : Biografi Kehilangan

September 14th, 2006 by fachea

Biografi Kehilangan, sebuah kumpulan puisi oleh Dina Oktaviani. Seorang teman lama menghadiahkan buku ini minggu lalu.. and i like it right away :) Membaca kumpulan puisi ini membuat kita hanyut dalam kata-katanya yang apik, dalam, kelam, berani dan tak disangka-sangka. Sebuah antalogi puisi yang menurut saya lebih dari biasa untuk seorang penulis muda berumur 21 tahun (ya!! lahirnya tahun 85 bo`!! edandongs!)
Antalogi puisi yang diterbitkan oleh InsistPress Yogya ini terbagi dalam tiga bagian : bangkai tanjungkarang, prosa tahun baru dan songs for dogs!

Simak beberapa puisi yang saya ambil dari tiap bagian, and judge for yourself.. :)

SEBELUM KAU PERGI

lain kali aku pasti mengerti
mengapa tubuh kita ditumbuhi jamur dan duri

tapi sekarang, sebelum pagi datang
aku ingin berendam di ketiakmu
mengendusmu kembali

aku mesti membawamu kembali
kepada bukit-bukit sakit dan lembah sekarat
sebelum jurang dan kunang-kunang
menetap dan bahagia di atasnya

lain kali aku pasti mengerti
betapa setia harus saling tikam.

-

BAYANGAN

aku melihat hidup
pada retak cahaya air dan bukan
pada utuh cermin

di sana segalanya menjadi lunak dan abadi
dapat kusentuh dan masuki
tanpa memecahkan wajahnya yang tua

aku membayangkan segalanya saling berbicara
tak ada solilokui, hingga kita selalu berpasangan
sekalipun dengan kesedihan

tetapi aku selalu gagap
membikin ganjil dan patah-patah setiap alur
menjadi ganjal bagi kenangan setiap orang

setelah tangisan, sepi itu benar-benar datang
menyergap utara dan selatan hinggap di panggung hujan
jatuh di sungai seperti cinta

tetapi diriku tetap saja disini
menatap kebawah, menemukan hidup
yang bersikeras melepaskan dirinya dari alur

-

KURSI TUNGGU

akankah kita selalu bertemu
di bawah perpaduan garis hujan dan lampu hijau?
dapatkah aku mengirimkan kartu pos
bergambar lintasan cahaya matahari
dari sisi yang tak pernah kubayangkan?
dapatkah aku menemukan gerak semu pandanganmu
terhadap seluruh dunia pada saat yang tidak diharapkan?
dari balik pintu dan penjaraku yang sekarang
aku menemukan potongan gambar kursi tunggu
lantas sekejap saja segalanya kosong
kau tak pernah ada di situ
dunia menciptakan dirinya sendiri.

-

interested? i think omuniuum store bdg still has this book.. go and buy it,okay!

-marian 150906-

Waktu

September 6th, 2006 by fachea

waktu..

betapa pintarnya ia mengelabuiku.

seakan-akan ia berputar:

pagi kembali ke pagi,

malam kembali ke malam,

senin kembali ke senin,

januari akan kembali lagi ke januari.

ya, seakan-akan ia berputar.

tapi sang waktu telah membohongiku.

nyatanya:

waktu

tidak

pernah

berputar.

-marian 050906-

satujamlimapuluhmenit setelah nolnol:nolnol

June 28th, 2006 by fachea

kucintai malam seperti mencintaimu yang tak pernah ada. begitu senyap, begitu ringkih. ruang ini hanya milikku sendiri. sepi ini hanya untuk kunikmati. hanya aku dan ruang. hembusan nafas dan udara yang berputar menemaniku mengepulkan jutaan asap, mengkhayalkan ribuan mimpi, menghapus ratusan tangis, menyetubuhi dentingan hening. .. aku mencintai malam seperti mencintai kekasih yang tak bisa kumiliki.